Koneksi Antar Materi 1.2 - Nilai dan Peran Guru Penggerak
Koneksi Antar Materi Modul 1.2
Nilai dan Peran Guru Penggerak
Oleh : Dunaiyah
CGP Angkatan 8
Kab. Cirebon
Setelah saya menjalani pembelajaran dari Modul 1.1
hingga Modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya:
1. Peristiwa
Momen yang paling penting atau menantang atau
mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2
adalah saya banyak belajar mengenai hakikat pendidikan dan filosofi pendidikan
yang sebenarnya. Pendidikan yang sering kali menjadi soroton publik mengenai
output siswa saat ini sangat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh
pemerintah. Banyak terjadi persimpangan dan pelanggaran asusila yang terjadi
pada siswa yang masih menempuh jenjang pendidikan. Hal tersebut yang
menghantarkan saya untuk belajar dari banyaknya peristiwa yang terjadi. Sebagai
pendidik, saya menuntun siswa, mengarahkan dan membimbing siswa untuk tidak
melakukan hal-hal yang tidak baik. Mengenali karakteristik peserta didik
menjadi modal utama untuk pendekatan dan memberikan apa yang mereka butuhkan
untuk bekal mereka di masa yang akan datang. Seperti yang KHD katakan bahwa
pendidikan merupakan tuntunan hidup untuk mencapai keselamatan dan kebahagian
yang sesungguhnya.
Kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya fahami
adalah dengan mempelajari modul 1.1 yakni memahami filosofi pendidikan KHD
sehingga memberikan pemahaman kepada saya mengenai peran saya sebagai pendidik.
Peran saya sebagai pendidik khususnya sebagai guru penggerak, saya menjadi
pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan di masa yang akan datang. Dengan
menjadi pemimpin pembelajaran saya dapat merencanakan pembelajaran yang dapat
disesuaikan dengan kodrat murid yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Trilogi
pendidikan Ing Ngarso Sung Tulodho Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri
Handayani, menjadi pedoman bagi saya sebagai guru penggerak.
Bagaimana saya memberikan teladan kepada peserta ddik, memberikan ide dan
gagasan dan mendorong semangat peserta didik dalam berkarya.
2. Perasaan
Saat momen itu terjadi saya merasa berpikir terbuka
untuk melakukan sebuah perubahan-perubahan yang saya terapkan. Saya bahagia
ketika bersama peserta didik, menerima pendapat peserta didik, mendengarkan
cerita hidup peserta didik yang berbeda dengan yang lain, dan lain sebagainya.
Perasaan yang lainnya yaitu terkejut, karena melihat peserta didik dapat
menunjukkan bakatnya saat saya mengadakan gelar karya. Disana antusias peserta
didik sangat tinggi dalam mengerjakan karyanya.
3. Pembelajaran
Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa
akan sulit melakukan sebuah perubahan, mengajak rekan sejawat untuk
berkolaborasi, respon siswa yang negatif, dan lain sebagainya. Sekarang saya
berpikir bahwa tidak ada kesulitan bagi kita yang mau melakukan perubahan,
dukungan dari sekolah membuat saya semangat untuk terus melakukan pembelajaran
yang berpusat pada murid. Karena mengutamakan kepentingan murid adalah salah
satu nilai guru penggerak yang harus dimiliki.
4. Penerapan ke depan (Rencana)
Pengembangan diri yang sederhana yang saya rencanakan
adalah saya akan mengadakan program pelatihan untuk rekan sejawat mengenai
pembelajaran yang berpusat pada murid, merancang pembelajaran yang menyenangkan
dan memberikan banyak kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat yang
dimiliki oleh murid serta memberikan pandangan bahwa murid adalah makhluk hidup
yang heterogen, artinya berbeda. Karakter, latar belakang dan kecerdasan yang
berbeda. Hal itu yang harus dipahami bersama dalam meningkatkan kualitas
pendidikan.

Comments
Post a Comment