Modul 1.2.a.3 Mulai Dari Diri - Nilai dan Peran Guru Penggerak


Nilai dan Peran Guru Penggerak 

Nama          : Dunaiyah, S.Pd.

CGP            : Angkatan 8 Kab. Cirebon

Fasilitator    Anggi Fitri, S.Pd. M.Pd.

PP                : Sugani Sofiani, S.Pd.


Dalam perjalanan hidup saya selama ini, banyak peristiwa yang masih saya ingat terutama saat saya duduk di bangku sekolah. Peristiwa demi peristiwa tidak hanya hal yang menyenangkan saja namun hal dan kejadian yang kurang berkenanpun masih teringat jelas hingga sampai saat ini. Peristiwa positif dan negatif yang sudah tergambar pada diagram di atas menunjukkan bahwa hal yang saya lalui sampai dengan saat ini tidaklah mudah. 

Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan disana?

Pada peristiwa negatif saat saya duduk di bangku SMP, waktu itu saya sempat masuk di kelas unggulan yaitu kelas 7A, semua siswa di kelas tersebut dapat diakui kehebatannya, mulai dari pandai berbicara dengan bahasa inggris, jago dalam pelajaran matematika, dan memang semua siswa hampir memiliki seluruh potensi yang diajarkan oleh guru. Namun, ditengah semester saya masuk kelas, perubahan regulasi di sekolah tersebut terjadi, entah apa yang melandasi hal tersebut. Saya dipindahkan di kelas paling ujung, yaitu kelas F. Dari A ke F itu sangat jauh, dan membuat saya terpuruk, dan hilang semangat belajar bahkan saya tidak tahu dan tidak diberi kejelasan mengapa saya dipindahkan. 

Selain peristiwa negatif, peristiwa positif terjadi dalam hidup saya, dimana keinginan besar saya masuk di perguruan negeri dapat terwujud, meskipun sempat pesimis karena saya adalah lulusan SMK yang seharusnya melanjutkan pada teknik atau bekerja seperti pada umumnya.

Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?

Dalam peristiwa positif dan negatif tentu melibatkan orang lain. Pada peristiwa negatif, guru-guru saya pada saat itu yang hanya melihat kemampuan murid dari kognitifnya saja. Saya sadar betul kemampuan saya yang masih jauh dari teman-teman kelas saya. Namun, dari peristiwa negatif tersebut banyak hal yang saya dapatkan, seperti teman baru yang satu frekuensi, kemampuan saya di kelas tersebut lebih terlihat dan sering mendapatkan nilai tertinggi di kelas F.
Orang yang terlibat dalam peristiwa Positif yaitu orang tua, terutama Ibu yang selalu mendukung keputusan baik dalam hidup saya.Serta guru Bahasa Inggris saya di SMK yang sangat menginspirasi, dan selalu terus berusaha untuk mengembangkan potensi yang saya miliki pada saat itu.  

Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu) 


Dampak emosi pada peristiwa negatif saya adalah marah, jengkel, cemas, karena saya takut pada orang tua pada saat itu untuk memberitahu bahwa saya tidak lagi masuk di kelas unggulan, sedih dan kecewa pada diri sendiri. Sedangkan dampak positif yang saya rasakan adalah gembira, percaya, dan optimis

Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?

Karena hal tersebut sangat menjadi pelajaran bagi saya untuk hidup saya di masa yang akan datang dan dari peristiwa negatif yang saya alami saya tidak ingin anak didik saya merasakan seperti yang saya rasakan saat itu, karena masing-masing orang memiliki potensi yang berbeda-beda.

Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

Dengan melihat dua peristiwa dalam hidup saya, pelajaran yang dapat saya peroleh dari kegiatan trapesium dan roda emosi adalah saya sebagai guru hendaknya tidak melihat anak murid dari latar belakang, sosial dan kemampuan kognitifnya saja, melainkan saya harus menjadikan diri saya pribadi yang baik, melihat murid dari berbagai sisi dan kemampuan yang berbeda-beda. 

Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?

Dari peristiwa positif dan negatif saya dapat mengambil makna bahwa sebagai guru saya harus banyak belajar untuk menjadi contoh/teladan yang baik agar murid saya dapat mengoptimalkan belajarnya, karena saya memiliki peran untuk dijadikan subjek bagi mereka. 


NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK MENURUT SAYA

Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

Sebagai pembelajar, karena belajar adalah sepanjang hayat maka nilai-nilai yang ada dalam diri saya, mungkin belum sampai 100% dapat menggerakkan murid, rekan guru dan komunitas sekolah. Karena masih banyak yang harus dibenahi dari dalam diri saya, dan kesadaran pada diri peserta didik maupun rekan guru. Tetapi saya terus berusaha dengan memberikan contoh yang baik seperti berangkat lebih awal, kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan berlaku sopan pada atasan, teman sejawat maupun pada peserta didik.

Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

Untuk menggerakkan murid, rekan guru dan komunitas sekolah perlu dilakukan kerja sama yang baik untuk semua pemangku kebijakan, dan jabatan agar terlaksananya budaya positif yang mencerminkan perilaku baik di lingkungan sekolah. Saat ini saya lebih banyak berbagi pengetahuan, ilmu dan beberapa kali menjadi pemandu untuk setiap kegiatan sekolah di tempat saya.

Comments